Tampilkan postingan dengan label HP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HP. Tampilkan semua postingan

19 Mei 2009

Saatnya membeli ponsel QWERTY


Ponsel dengan fitur fasilitas papan ketik QWERTY dan akses jaringan 3G saat ini dapat diperoleh dengan harga di bawah Rp2 juta (baru, branded, ada GPS pula). Jika mencari tambahan fitur 3G atau bahkan HSDPA, sudah dapat diperoleh dengan harga di bawah Rp3 juta. Dengan tambahan touch screen, diperoleh dengan Rp3,5 juta. Jika tanpa 3G, bahkan dapat diperoleh dengan harga di bawah Rp1 juta (baru, nonbranded, dual on).

***
Sejak awal mengenal ponsel, saya selalu menyukai fitur papan ketik QWERTY. Sebagai orang yang banyak berurusan dengan teks, dan lebih menyukai komunikasi tertulis dibandingkan omong-omong, adanya papan ketik QWERTY menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi saya.

Sayangnya, ponsel dengan papan ektik QWERTY selama ini selalau ditempatkan untuk segmen bisnis dengan harga jual yang relative lebih mahal dibandingkan dengan ponsel lain. Fitur lain yang disertakan pada ponsel QWERTY pun umumnya lumayan banyak mengingat segmen yang disasarnya umumnya dianggap bisa mengalokasikan uang yang lebih banyak untuk ponsel. Jadinya, banyak fitur yang sebenarnya tidak perlu terpaksa harus ikut dibeli.

Oleh sebab itu, senang sekali rasanya saya mengamati perkembangan satu bulan terakhir yang menunjukkan gejala bahwa ponsel dengan papan ketik QWERTY mulai dipasarkan dengan harga yang jauh lebih masuk akal dibandingkan setengah tahun yang lalu.

Nokia e63, salah satu favorit saya, waktu awal diperkenalkan secara global sekitar setengah tahun yang lalu, sudah disebut bahwa harganya sekitar 250 euro. Harga yang diumumkan itu lebih murah dibandingkan harga e71. Akan tetapi, pas masuk ke Indonesia, harga jualnya masih mendekati (atau bahkan melampaui) Rp4 juta.

Sekarang, Nokia e63 dapat diperoleh dengan harga Rp2,85 juta. Sudah dekat sekali dengan 250 euro seperti yang digemborkan Nokia di pasar global. Dalam ponsel ini ada fitur ada 3G (bukan HSDPA), Wi-Fi, memori besar, kamera 2 mega piksel.

Yang mirip dengan itu, Samsung i600, dipasarkan dengan harga sekitar Rp2,9 juta. Saya mengenal pertama Samsung i600 itu di Hong Kong pada Desember 2006 di arena ITU World. Banyak sekali baliho tentang produk Samsung Black Jack seri II itu. Waktu masuk ke Indonesia pada 2007, ponsel ini dijual dnegan harga sekitar Rp6 juta. Ini salah satu favorit saya juga. Ada 3G, HSDPA, Wi-Fi, Windows Mobile. Bentuknya sangat mungil dan tipis. Warna hitamnya juga tampak elegan. Sayangnya tidak dilengkapi dengan layar touch screen.

Nah, versi pembaruan dari Samsung, dengan tambahan touch screen, muncul pada seri i780. Waktu awal masuk pasar, ponsel ini juga dijual dengan harga Rp6 jutaan. Kemarin saya lihat iklannya di koran, dijual dengan harga Rp3,49 juta dengan Simpati Pede. Menarik sekali.

Ada satu kejutan lagi terkait ponsel branded. LG K610 (yang pernah saya singgung juga dalam tulisan di blog ini tentang downgrade produk ala Nokia), kini turun harga secara signifikan. Ponsel QWERTY dengan 3G dan GPS buatan Korea Selatan itu sekarang seri barunya dijual dengan harga Rp1,9 jutaan. Pada awal kehadirannya, produk yang diklaim sebagai communicator mini ini dijual pada kisaran Rp4 juta.

Kalau puas dengan non-branded dan tidak butuh 3G namun mengidamkan QWERTY, bisa pilih Nexian G900 yang dipasarkan dengan harga Rp999.000.

Nah, barangkali sekarang saat yang tepat untuk berburu ponsel QWERTY?? Wallahu alam.

Foto dikompilasi dari berbagai situs