Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan

02 Desember 2009

BlackBerry 8120 memang nyaman


Sudah sejak lama saya mendengar kehebatan BlackBerry Pearl tipe 8120. Di milis pengguna BlackBerry, gadget ini sering dipuji sebagai handset yang kecil, ringan, keypad-nya super empuk. Ditambah lagi ada Wi-Fi.

Saya sudah membuktikan bahwa Pearl 8120 benar-benar peranti hebat. Ukurannya sangat mirip dengan 8100, bobotnya hanya 91 gram, dan keypadnya empuk sekali. Mungkin ini ponsel dengan keypad paling empuk yang pernah saya kenal.

Ada tambahan jenis huruf yang membuat tampilan teksnya jauh lebih enak dibaca daripada 8100. Begitu pula dengan tampilan browser. Enaknya lagi, harga Pearl jenis ini di bawah Rp2 juta. Bahkan harga bekasnya bisa di bawah Rp1,5 juta. Sejatinya, 8120 memang BlackBerry jadul. Sudah sulit sekali menemukan handset ini dalam keadaan baru di pasaran.

Hal yang mengkhawatirkan calon pengguna dari seri pearl adalah keypadnya yang tipe qwerty SureType. SureType hanya bisa dioptimalkan kalau ada basis data sesuai bahasa yang digunakan sang pemakai. Bagi konsumen Indonesia, perlu ada ‘suntikan’ basis data Bahasa Indonesia. Tanpa itu, SureType akan menyiksa. Dan untungnya, saya sudah berpengalaman dengan Pearl 8100 sehingga tidak canggung menggunakan 8120.

Masalah lain adalah baterai. Pengguna BlackBerry yang intensif hampir pasti butuh baterai cadangan. Sayangnya, baterai non-ori untuk tipe Pearl ini termasuk yang mahal dan jarang dijumpai. Ini berbeda sekali dengan bateri untuk BlackBerry 83xx Curve yang gampang sekali ditemui di toko-toko aksesoris ponsel.

Gambar: BB 8120 dari GSM Arena

01 April 2009

Mencari rasionalitas iPhone 3G


Sasaran pertama yang paling potensial untuk memakai iPhone 3G adalah para pengguna Mac serta iPod (existing). Mereka sudah merasakan 'nikmatnya' memakai produk Apple dan umumnya menjadi fanatik. Masalahnya,berapa banyak jumlahnya saat ini?

***
Salah satu hal paling hangat di jadat gadget Indonesia bulan ini adalah hadirnya iPhone 3G. Telkomsel yang sejak awal tahun mengirimkan SMS kepada para pelanggannya mengenai akan hadirnya produk prestisius dari Apple itu akhirnya mewujudkan janjinya pada pertengahan Maret.

Operator dengan jumlah pengguna lebih dari 50 juta nomor itu menyediakan dua tipe iPhone 3G, yaitu versi 8GB dan versi 16 GB. Ada empat skema pembayaran yang disediakan untuk masing-masing tipe (jadi seluruhnya ada 8 skema). Tiga skema (atau 6 untuk 2 tipe) disediakan bagi pelanggan pascabayar Halo. Adapun satu (atau 2) skema sisanya untuk pengguna prabayar.

Agak rumit untuk menghitung nilai paket bundle beserta berbagai bonusnya. Jadi, yang paling gampang untuk menganalisis adalah menggunakan harga bagi pelanggan prabayar Simpati. Memang ada bonus akses data 500MB (per bulan?) untuk pengguna prabayar. Tapi, setidaknya, harga yang ditetapkan untuk prabayar adalah harga yang paling dekat dengan 'nilai keekonomian' iPhone 3G.

Harga untuk iPhone 3G versi 8GB adalah Rp9,6 juta, sedangkan untuk 16GB sebesar Rp11,2 juta.

***
Barangkali benar bahwa Indonesia pernah menjadi 'surga' bagi sebagian pembuat gadget mahal. Sekian tahun lalu, salah satu tipe Communicator Nokia dipasarkan dengan harga awalan sekitar Rp10 juta dan terbukti laris. Namun sekian bulan kemudian harganya turun menjadi jauh lebih rendah.

Adapun untuk iPhone, saya tidak yakin akan ada penurunan harga signifikan dalam satu tahun ke depan. HTC dan Dopod pernah juga meluncurkan gadget dengan harga sekitar Rp11 juta. Tapi, mini notebook dengan kemampuan teleponi buatan Taiwan itu tidak terdengar mengesankan di pasaran.

Betul sekali bahwa Apple memang berbeda dari produsen gadget lain. Dan iPhone merupakan salah satu master piece yang menyediakan banyak sekali pengalaman mengagumkan bagi penggunanya. Selain gengsi yang sangat tinggi, ada kenikmatan, keindahan dan hal-hal unik yang tidak dapat dinikmati pengguna gadget lain untuk saat ini.

Akan tetapi, bagi para pengguna yang benar-benar fokus mencari fungsi serta mencari alat untuk mendukung pekerjaan, tentu saja fungsi utama yang ada pada iPhone 3G bisa juga diperoleh dengan gadget lain. Bahkan mungkin memang lebih efektif menggunakan gadget lain dalam mendukung pekerjaan.

Bagi saya, harga yang ditetapkan ini sangat tinggi. Tadinya, ketika Telkomsel menyebarkan SMS mengenai pemesanan iPhone 3G saya menduga harga jualnya ada pada kisaran di bawah Rp7 juta supaya benar-benar mampu bersaing dengan produk yang sudah beredar di pasaran seperti Blackberry Bold maupun Nokia E90.

Dengan uang Rp11,2 juta, pengguna sebenarnya bisa mendapatkan dua unit Blackberry 8310, satu hampir satu unit sepeda motor, atau dua buah netbook layar 10 inchi, atau membeli 9 kulkas ukuran kecil, atau 6 mesin cuci, atau 13 unit televisi warna 14 inchi. Bahkan dengan uang sebesar itu,seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri bisa membayar SPP selama satu tahun (mungkin ditambah dengan biaya kos selama beberapa bulan atau bahkan satu tahun).

Bagi saya, sulit sekali mencari alasan rasional untuk memahami bagaimana orang akan berduyun-duyun membeli iPhone 3G. Jadi, sementara ini, saya tidak yakin bahwa iPhone 3G akan mampu berkembang sesukses Communicator sekian tahun lalu atau sesukses Blackberry Bold tahun lalu. Saya belum yakin Indonesia akan menjadi 'surga' berikutnya bagi iPhone. Maaf, saya merasa terlalu bodoh untuk bisa memahami harga jual iPhone 3G di Indonesia.

Wallahu alam. Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.

PS:
*) Mungkinkah akan muncul skema baru dalam cara penjualan iPhone 3G. Misalnya, operator lain juga menyediakan iPhone 3G dengan skema yang lebih murah, lalu operator lain lagi ikut nimbrung, kemudian harga semakin murah dan iPhone jadi booming? Hal seperti ini pernah terjadi pada Blackberry yang pada awal masuknya juga tampak sangat mahal. Lalu muncul persaingan dan akhirnya harga servicenya menjadi sangat terjangkau dan harga unitnya cukup terjangkau meskipun masih di atas kebanyakan ponsel. Tapi butuh lebih dari 4 tahun bagi Blackberry untuk booming. Bagaimana dengan iPhone?

*) Sasaran pertama yang paling potensial untuk memakai iPhone 3G adalah para pengguna Mac serta iPod (existing). Mereka sudah merasakan 'nikmatnya' memakai produk Apple dan umumnya menjadi fanatik. Masalahnya,berapa banyak jumlahnya saat ini?

*) Para pengguna Blackberry umumnya meninggalkan telepon biasa karena hampir semua fungsi telepon biasa (dan smartphone) sudah dapat ditemukan pada Blackberry. Saya menduga para pengguna iPhone justru mempertahankan ponsel lamanya untuk dipakai pada fungsi-fungsi teleponi tertentu.

Foto: letsgodigital.com