20 November 2015

Persaingan dan monopoli menurut pendiri Paypal

Perusahaan pemegang monopoli cenderung suka mengecilkan diri dan tidak mengakui bahwa mereka memiliki penguasaan pasar yang terlalu dominan. Sebaliknya, perusahaan yang lemah justru sering membesar-besarkan diri, mengaku memiliki posisi yang amat dominan, di segmen yang sengaja digambarkan sebagai terlalu kecil.

Begitulah salah satu pandangan Peter Thiel, salah satu pendiri Paypal, dalam bukunya yang berjudul Zero to One.

Thiel menggambarkan apa yang disebutnya sebagai kebohongan pelaku monopoli. Dia mengungkap pandangan bos Google mengenai bisnis yang dijalankan raksasa mesin pencarian Internet itu.

Sebagai gambaran, hingga Mei 2014, Google menguasai 68% pasar pencarian, jauh di atas pesaing terdekatnya yaitu Microsoft (19%) dan Yahoo (10%).

Lalu bagaimana Google membingkai bisnisnya ini? Selain menyediakan mesin pencari, perusahaan buatan Eric Schmidt dan Sergey Brin ini juga menggarap mobil robotik, sistem operasi Android, wearable device, dan sebagainya. Tapi perlu diingat bahwa 95% pendapatan Google masih berasal dari iklan melalui mesin pencari. Beragam produk lain hanya menghasilkan nilai yang sedikit, dan produk konsumernya lebih kecil lagi kontribusinya.

“Dengan membingkai diri sebagai sebuah perusahaan teknologi yang tidak banyak berbeda dari banyak perusahaan lain, Google berhasil lolos dari perhatian yang tidak diinginkan,” begitu Thiel menyimpulkan.

Dia mengutip pernyataan Chairman Google, Eric Schmidt, pada 2011 di Kongres: Kami menghadapi sebuah medan yang luar biasa kompetitif tempat konsumen memiliki begitu banyak opsi untuk mengakses informasi.

Thiel menyebut kalimat di atas maknanya adalah: Google adalah ikan kecil di kolam besar. Kami bisa tertelan habis-habisan kapan saja. Kami bukan pelaku monopoli yang dicari pemerintah.

***
Lain halnya dengan perusahaan yang tidak mempunyai monopoli atau posisi yang terlalu dominan di pasar. Mereka, menurut Thiel, justru cenderung melakukan “kebohongan” yang sebaliknya, yakni mengaku-ngaku memonopoli segmen tertentu. “Kami satu-satunya dalam pasar ini.”

Perusahaan semacam ini, kata Thiel, cenderung mengecilkan skala kompetisi. Ada godaan untuk menggambarkan pasarnya sebagai pasar yang luar biasa sempit sehingga dapat menguasainya.

Mungkin ini mirip dengan mengaku sebagai pecel lele terenak di pertigaan X (karena di sana memang Cuma ada satu penyedia pecel lele), atau penerbit nasional terbesar di kecamatan anu (karena di situ ya hanya ada satu penerbit), dan hal-hal serupa itu.

Baca juga: Kisah Shakespeare dan Tolstoy di dalam bisnis

Tidak ada komentar: