28 Desember 2012

Wiyasa dan Ganapati


Mahabharata adalah sebuah cerita besar. Di Jawa kebanyakan orang mengertinya sebagai cerita wayang. Mahabharata dikarang oleh Resi Wiyasa atau Begawan Wiyasa atau Vyasa.

Dalam cerita mengenai asal-usul pembukuan Mahabharata, C. Rajagopalachari menyatakan bahwa Resi Wiyasa meminta kepada seseorang bernama Ganapati untuk menjadi juru tulisnya.

Ganapati mengajukan syarat: Wiyasa harus mendiktekan cerita tanpa jeda. Sebab, pena Ganapati tak boleh berhenti.

Nah, bubungan antara Wiyasa dan Ganapati ini menggelitikku. Ganapati bisa menjadi sebuah kiasan mengenai medium yang tak boleh berhenti beredar, tak bisa berhenti turbit. Ini bisa seperti media massa, atau katakanlah koran.

Jadi, hubungan Wiyasa-Ganapati ini bisa mirip hubungan antara penulis cerita bersambung (cembung) dengan pengelola koran. Penulis cerbung gak boleh berhenti berkisah karena tiap hari harus terbit ceritanya.

Memang ada juga sih media yang minta penulis menyelesaikan cerita lengkapnya dulu baru dimuat secara bersambung. Akan tetapi, untuk kasus cerbung yang belasan atau likuran tahun baru tamat, misalnya cerita Api di Bukit Menoreh, tentu pola seperti Wiyasa dan Ganapati lah yang berlaku. Wallahu a’lam.

Gambar wayang Gatotkaca diambil dari IndoArtNet

Tidak ada komentar: