23 Januari 2017

Sosiologi pengetahuan vs hoax

Saya mendengar istilah sosiologi pengehatuan pertama kali dari bukunya Karl Mannheim berjudul Ideologi dan Utopia. Buku Karl Mannheim ini mengulas banyak hal mengenai sosiologi pengetahuan.

Pada dasarnya saya tidak benar-benar mudeng uraian panjang lebar dalam buku tebal bersampul merah yang terkesan klasik banget itu. Yang paling mudah saya pahami adalah pengantar buku yang ditulis Arief Budiman. (Btw, Arief Budiman memang piawai menulis hal rumit dan filosofis dengan cara sederhana. Buku Ekonomi Pembangunan yang ditulisnya juga amat menarik)

Kembali ke sosiologi pengetahuan. Dalam konteks kekinian, sosiologi pengetahuan meburut saya menarik dikaitkan dengan isu hoax.

Sosiologi pengetahuan dapat menjelaskan bagaimana kearifan lokal dikemas dalam bentuk semacam hoax melalui legenda, tabu, mitos, doktrin, dan semacamnya, agar efektif merasuki kehidupan.

Pengantar dari Arief Budiman bahkan memberikan contoh konkret mengenai tabu memotong kuku pada malam hari (karena akan disantap harimau), larangan terkait dengan sapi, dll.

Lalu, apakah tabu-tabu tradisional itu semacam hoax putih atau hoax bertujuan mulia atau hoax yang dihasilkan oleh pihak yang otoritatif?

1 komentar:

Ibu Surthy mengatakan...

Saya ibu surthy tki singapore saya hadir berkomentar di dalam blog ini,cuma ingin menceritakan kisah nyata,sekaligus mau mengucapkan banyak terima kasih kepada Mbah Sero,atas bantuannya semua hutang2 saya sudah pada lunas,nomor togel yang Mbah berikan lansung 4d bocoran singapore,syukur alhamdulillah tembus dapat kemenangan 800.juta,itu dalam bentuk uang indo,kemarin saya sangat bingun karna hutang banyak,syukur sekarang sudah senang tidak memikirkan hutang lagi,saya tidak akan melupakan bantuan Mbah,apa bila saya sudah pulang ke indo saya akan berkunjung kepondok Mbah untuk silatu rahmi,bagi saudarah2 yang lagi terlilit hutang jangan anda putus asa,kalau mau sukses seperti saya silahkan tlpn atau sms Mbah Sero di nomor O82~370~357~999 beliau seorang paranormal yang bisa di percaya,karna sudah memberikan bukti,ingat kesempatan tidak akan datang untuk kedua kali,jadi giliran anda untuk membuktikannya terima kasih..