01 April 2009

Mencari rasionalitas iPhone 3G


Sasaran pertama yang paling potensial untuk memakai iPhone 3G adalah para pengguna Mac serta iPod (existing). Mereka sudah merasakan 'nikmatnya' memakai produk Apple dan umumnya menjadi fanatik. Masalahnya,berapa banyak jumlahnya saat ini?

***
Salah satu hal paling hangat di jadat gadget Indonesia bulan ini adalah hadirnya iPhone 3G. Telkomsel yang sejak awal tahun mengirimkan SMS kepada para pelanggannya mengenai akan hadirnya produk prestisius dari Apple itu akhirnya mewujudkan janjinya pada pertengahan Maret.

Operator dengan jumlah pengguna lebih dari 50 juta nomor itu menyediakan dua tipe iPhone 3G, yaitu versi 8GB dan versi 16 GB. Ada empat skema pembayaran yang disediakan untuk masing-masing tipe (jadi seluruhnya ada 8 skema). Tiga skema (atau 6 untuk 2 tipe) disediakan bagi pelanggan pascabayar Halo. Adapun satu (atau 2) skema sisanya untuk pengguna prabayar.

Agak rumit untuk menghitung nilai paket bundle beserta berbagai bonusnya. Jadi, yang paling gampang untuk menganalisis adalah menggunakan harga bagi pelanggan prabayar Simpati. Memang ada bonus akses data 500MB (per bulan?) untuk pengguna prabayar. Tapi, setidaknya, harga yang ditetapkan untuk prabayar adalah harga yang paling dekat dengan 'nilai keekonomian' iPhone 3G.

Harga untuk iPhone 3G versi 8GB adalah Rp9,6 juta, sedangkan untuk 16GB sebesar Rp11,2 juta.

***
Barangkali benar bahwa Indonesia pernah menjadi 'surga' bagi sebagian pembuat gadget mahal. Sekian tahun lalu, salah satu tipe Communicator Nokia dipasarkan dengan harga awalan sekitar Rp10 juta dan terbukti laris. Namun sekian bulan kemudian harganya turun menjadi jauh lebih rendah.

Adapun untuk iPhone, saya tidak yakin akan ada penurunan harga signifikan dalam satu tahun ke depan. HTC dan Dopod pernah juga meluncurkan gadget dengan harga sekitar Rp11 juta. Tapi, mini notebook dengan kemampuan teleponi buatan Taiwan itu tidak terdengar mengesankan di pasaran.

Betul sekali bahwa Apple memang berbeda dari produsen gadget lain. Dan iPhone merupakan salah satu master piece yang menyediakan banyak sekali pengalaman mengagumkan bagi penggunanya. Selain gengsi yang sangat tinggi, ada kenikmatan, keindahan dan hal-hal unik yang tidak dapat dinikmati pengguna gadget lain untuk saat ini.

Akan tetapi, bagi para pengguna yang benar-benar fokus mencari fungsi serta mencari alat untuk mendukung pekerjaan, tentu saja fungsi utama yang ada pada iPhone 3G bisa juga diperoleh dengan gadget lain. Bahkan mungkin memang lebih efektif menggunakan gadget lain dalam mendukung pekerjaan.

Bagi saya, harga yang ditetapkan ini sangat tinggi. Tadinya, ketika Telkomsel menyebarkan SMS mengenai pemesanan iPhone 3G saya menduga harga jualnya ada pada kisaran di bawah Rp7 juta supaya benar-benar mampu bersaing dengan produk yang sudah beredar di pasaran seperti Blackberry Bold maupun Nokia E90.

Dengan uang Rp11,2 juta, pengguna sebenarnya bisa mendapatkan dua unit Blackberry 8310, satu hampir satu unit sepeda motor, atau dua buah netbook layar 10 inchi, atau membeli 9 kulkas ukuran kecil, atau 6 mesin cuci, atau 13 unit televisi warna 14 inchi. Bahkan dengan uang sebesar itu,seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri bisa membayar SPP selama satu tahun (mungkin ditambah dengan biaya kos selama beberapa bulan atau bahkan satu tahun).

Bagi saya, sulit sekali mencari alasan rasional untuk memahami bagaimana orang akan berduyun-duyun membeli iPhone 3G. Jadi, sementara ini, saya tidak yakin bahwa iPhone 3G akan mampu berkembang sesukses Communicator sekian tahun lalu atau sesukses Blackberry Bold tahun lalu. Saya belum yakin Indonesia akan menjadi 'surga' berikutnya bagi iPhone. Maaf, saya merasa terlalu bodoh untuk bisa memahami harga jual iPhone 3G di Indonesia.

Wallahu alam. Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.

PS:
*) Mungkinkah akan muncul skema baru dalam cara penjualan iPhone 3G. Misalnya, operator lain juga menyediakan iPhone 3G dengan skema yang lebih murah, lalu operator lain lagi ikut nimbrung, kemudian harga semakin murah dan iPhone jadi booming? Hal seperti ini pernah terjadi pada Blackberry yang pada awal masuknya juga tampak sangat mahal. Lalu muncul persaingan dan akhirnya harga servicenya menjadi sangat terjangkau dan harga unitnya cukup terjangkau meskipun masih di atas kebanyakan ponsel. Tapi butuh lebih dari 4 tahun bagi Blackberry untuk booming. Bagaimana dengan iPhone?

*) Sasaran pertama yang paling potensial untuk memakai iPhone 3G adalah para pengguna Mac serta iPod (existing). Mereka sudah merasakan 'nikmatnya' memakai produk Apple dan umumnya menjadi fanatik. Masalahnya,berapa banyak jumlahnya saat ini?

*) Para pengguna Blackberry umumnya meninggalkan telepon biasa karena hampir semua fungsi telepon biasa (dan smartphone) sudah dapat ditemukan pada Blackberry. Saya menduga para pengguna iPhone justru mempertahankan ponsel lamanya untuk dipakai pada fungsi-fungsi teleponi tertentu.

Foto: letsgodigital.com

1 komentar:

Setyardi Widodo mengatakan...

Copy paste dari Facebook

GP at 2:54pm April 1
Asal jangan jadi korban mode. Kalo aku sih optimalkan gadget yang ada sehingga lebih ekonomis.

IM at 3:59pm April 1
Bagi saya, sesuai dengan pertanyaan yang juga merupakan judul dari Note ini, jawabannya memang konsumen Indonesia ini tidak rasional apa lagi kalau didukung dengan kemudahan dengan cara mengangsur alias kredit.

Dari segi penampilan memang iPhone3G sangat modis, saya juga mau tuh kalau dikasih.

Dari banyak perbandingan-perbandingan antara iPhone3G dan HTC Touch Pro, disimpulkan bahwa untuk user yang mengejar penampilan lebih memilih iPhone3G, sedangkan buat yang mencari kegunaan dan fasilitas cenderung memilih HTC Touch Pro. ... Read More

Nah sekarang kita tergolong user yang mana????


AI at 4:03pm April 1
tidak cuma alat komunikasi, iPhone termasuk produk fashion. di sinilah kuncinya. maka tak heran jika iPhone dibandrol dengan harga tinggi karena targetnya bukan kita-kita :D melainkan orang-orang yang bermobil jaguar atau paling tidak bmw hehehe

PI at 5:04pm April 1
Kalao sampai laku, ini mengingatkan pada fenomena Harley davidson. dari segi pemasaran, sulit untuk menjual motor gede itu karena boros, suara yang polutif, tidak lincah, bercitra gerombolan penjahat, mahal lagi. tapi produk itu ternyata bisa dijual dan membuat bangga pemiliknya.
Emang iPhone gak banyak kelebihannya dibanding smartphone sejenis yang udah beredar. Tapi, sekali lagi, pasar sulit ditebak dan kalao liat launchingnya di indonesia yang sampai antri2..ya berarti ada 'sesuatu' di iphone

DTS at 8:12pm April 1
mas Kelik, dalam menganalisa hal2 seperti ini, akan lebih pas kalo menggunakan teorinya maslow hierarchy needs... menurut saya iphone itu dapat mewakili/mensimbolisasikan orang2 golongan atas.. nah inilah mungkin yg dikejar oleh orang2 yg antri iphone..
plus juga perlu diperhatikan, para penggemar product apple sangat maniak.. karena memang produk2... Read More apple sangat personal sekali.. even harga mahal.. kl sudah jatuh cnta dgn brand apple.. hhhmm.. harga gak ada masalah...hehehehe...
Jd kl ada orang mengantri iphone.. patut disukuri jg.. berarti masyarakat golongan atas di indonesia semakin banyak... berarti jd object pajak yg bagus.. berarti penerimaan negara akan meningkat.. berarti subsidi utk orang miskin akan semakin banyak...
jd gak usah repot mikirin orang nganti iphone... hehehehe...


MI at 8:37pm April 1
yahhh...memang segmentnya lain...ini yg membedakan apple dgn yg lain...marketing gimmick-nya berbeda...

Setyardi 'Kelik' Widodo at 11:41am April 2
Terima kasih komentar nya Bapak2

Rangkuman sementara saya dari komentar di atas
1. Iphone ditujukan untuk pengguna apple yang fanatik serta para maniak gadget.
2. Iphone juga ditujukan untuk orang2 super kaya.... Read More
3. Tidak ditujukan bagi orang2 yang mengejar fungsi perangkat.

Dengan demikian, ini bukan produk massal dan tidak akan booming?

Akan tetapi, saya kira ini bertentangan dengan perkembangan iphone secara global, atau khususnya di as. Bahkan menilik kampanye nya yang luar biasa di Indonesia, sasarannya tidak terbatas begitu.

Bukankah di as iphone booming dengan jutaan pesanan dalam waktu singkat. Bukankah di sana, yg di tonjol kan adalah harga nya yang terjangkau, hanya uss200 pada pembayaran awal (kontrak toh sudah lazim di sana).

Saya kira apple dan distributornya di indonesia ingin iphone booming juga di sini. Ingin iphone merakyat juga di sini sebagaimana blackberry sekarang.

Jadi, soal harga, tetap menjadi masalah penting. Dan saat ini, iphone masih terlalu mahal untuk booming?

Wallahu alam


HA at 1:09pm April 2
mas disini iphone 8 gb harganya "cuma" $1140, dikalikan Rp7500 jatuhnya sekitar Rp8,5 juta, harganya kemahalan tuh

Estananto at 3:39pm April 2
pak, trend kadang bisa diukur dengan utilitas, kadang juga tidak. Betul mungkin target pengguna iphone adalah pencinta Mac, akan tetapi mereka bisa jadi menciptakan market follower, jadi trend-setter, karena mitos Steve Jobs yang sebelumnya sudah bertahun-tahun dilancarkan...

RS at 10:36pm April 2
@swi: nice article ...ini bisa jadi rujukan dan pertimbangan bagi yang mo beli gadget...
@Hizbullah Arief: ente lagi di mana sekarang (di Sing ya???) soalnya kurs Rp7.500...
Hizbullah Arief at 7:25am April 3
@ bang Roi: apa kabar bang? Gimana Stasiun Ui? Ane tetanggaan ame Singapore


Kushindarto Darto at 2:17pm April 3
wah kamu domisili di singapure toh Rif, hebat ey


Setyardi 'Kelik' Widodo at 7:58pm April 5
Dari asia.cnet.com, biaya untuk iPhone 3G (with S 3.0)

US$199 with two-year contract for 8GB model; US$299 with two-year contract for 16GB model; also available unlocked. US$30 per month for unlimited consumer data plan; US$45 per month for unlimited business data plan; US$99.99 per month for unlimited voice; US$79.99 per month for 1,350 minutes ... Read Morewith rollover, US$59.99 per month for 900 minutes, US$39.99 per month for 450 minutes; US$5 per month for 200 text messages, US$15 per month for 1,500 text messages, US$20 per month for unlimited text messages.


RDj at 8:22pm April 6
menurut saya sih, iphone itu lebih kentara unsur fun-nya.
kalo buat kerja lebih byk (dan lebih pantas) pake BB..
Harganya juga selangit..tp orang2 kyknya sudah terbiasa mbayar lbh mahal
buat produk apple..hehe