07 Maret 2010

Kekeliruan dalam adopsi dunia Google


Buku What Would Google Do karya Jeef Jarvis cukup memikat, kendati dalam berbagai hal tampak berlebihan.

Saya coba kutipkan beberapa hal yang terkait dengan masa depan koran dan wartawan. Ini merupakan kutipan sporadis, semoga tidak menyebabkan kekeliruan. Versi lebih utuh insya Allah kapan-kapan saya tulis dalam format yang berbeda.

Penulis sepakbola Inggris Rick Waghorn diberhentikan dari korannya di Norwich. Dia mulai menulis blog tentang sepakbola dan komunitasnya dengan beberapa kolega bisnisnya.

Koran lamanya memandang mereka sebagai pesaing. Bodoh. Koran itulah yang telah membangun merek dan pembaca Waghorn. Pada saat mereka memecat Waghorn, mereka kehilangan investasi tersebut berikut kontennya.

Seharusnya tidak perlu begitu. Sebaliknya, koran itu mestinya menjual iklan Waghorn dan mempromosikan situsnya. Koran itu bisa mengambil keuntungan dari keahlian, pekerjaan, reputasi, dan pembaca Waghorn tanpa harus membayar gajinya.

Sementara itu, Waghorn akan mampu membuat sebuah perusahaan. Setiap pihak menang. Kalau saya menjadi orang yang menjalankan koran itu, saya akan berinvestasi pada Waghorn. Saya akan membangun sebuah jaringan Waghorn.

Namun menjadi Waghorn tidaklah semudah itu. Tanpa koran bertindak sebagai promotornya, dia dan orang-orang seperti dia mengalami masa-masa sulit membangun jumlah minimal pembaca dan iklan yang mereka butuhkan.

Walaupun berkembang dalam era “yang kecil adalah yang besar berikutnya”, namun mungkin saja yang kecil itu terlalu kecil. (Hal 103)

***
Pada 2005, Los Angeles Times memutuskan untuk bergaya di dunia Internet dengan membuat wikitorial. Ini sebuah editorial di mana publik diundang untuk ikut serta menulis ulang.

Dalam waktu singkat, kualitas wacana pertama wikitorial turun ke tingkat kerusuhan penjara karena Times telah melakukan kesalahan fundamental: Wiki adalah sebuah alat yang digunakan untuk kolaborasi, tetapi tidak ada yang harus dikolaborasikan dalam topik wikitorial Times, yaitu perang Irak.

Saya melihat segala sesuatunya menjadi hancur dan saya menulis blog bahwa Times seharusnya lebih bijaksana dengan cara menciptakan dua wiki. Satu profesional dan satu lagi lawannya. Jadi terstruktur seperti debat Oxford.

Tantangan yang akan melawan kelompok banyak seharusnya: Beri kami kesempatan terbaik Anda dan biarkan pembaca yang menilai. Berbagai usulan brilian diajukan, termasuk dari pendiri Wikipedia Jimmy Wales, tetapi sudah terlambat.

Times sudah menusuk jantung wikitorial. Sejak saat itu, kalau orang bicara mengenai surat kabar interaktif, seseorang akan menunjuk titik bahaya wikitorial. (Hal 164)

Tidak ada komentar: