18 Februari 2008

Blackberry akan semakin merakyat?

Blackberry dari Reseach In Motion (RIM) sudah lama identik dengan layanan surat elektronik dorong (push e-mail) khususnya bagi segmen korporasi dan pengguna komunikasi bergerak kelas premium.

Tetapi selama satu tahun terakhir, layanan ini ditawarkan di Indonesia dengan harga yang semakin terjangkau sehingga dapat meraih banyak pengguna baru dari segmen pribadi dan individu.

Layanan Blackberry pertama kali masuk ke Indonesia melalui kerja sama RIM dengan PT Indosat Tbk pada 2004. Saat itu, Indosat menawarkan harga berlangganan berkisar Rp400.000-an hingga Rp600.000-an per bulan.

Mulai tahun ini, layanan Blackberry dapat diakses dengan tarif yang jauh lebih murah, sekitar setengah dari tarif yang diperkenalkan petama kali pada tiga tahun lalu. Kalau dulu hanya Indosat, kini tiga operator seluler terbesar juga menjual layanan push e-mail Blackberry.

Indosat dan XL menawarkan tarif sekitar Rp200.000 per bulan untuk koneksi Blackberry Internet Service. Dua operator ini juga melakukan kerja sama dengan operator global untuk memasok handset RIM Blackberry seri 8xxx yang tampilannya jauh lebih memukau dibandingkan seri sebelumnya. Fitur-fitur multimedia, Wi-Fi dan GPS mulai ditanamkan pada perangkat-perangkat terbaru.

Telkomsel menawarkan layanan Blackberry dengan tarif dasar lebih murah, yaitu sekitar Rp150.000-an, namun kuota data lebih sedikit. Layanan Telkomsel yang semula ditujukan untuk segmen korporasi juga mulai membidik pengguna perorangan dengan pilihan handset diserahkan ke konsumen.

Biaya berlangganan yang semakin murah ini tentu saja membuat pengguna pribadi di Indonesia lebih leluasa dalam menggunakan layanan push e-mail dari Blackberry.

Tampaknya hal ini juga sejalan dengan strategi global RIM. Secara global, pengguna Blackberry dari segmen pribadi terus meningkat. Hingga triwulan III tahun buku yang berakhir 1 Desember, sebanyak 34% pelanggan Blackberry berasal dari segmen pengguna pribadi.

Adopsi Blackberry oleh pengguna pribadi itu ikut mendorong laba dan pendapatan RIM pada periode tersebut. Selama triwulan III, laba perusahaan yang berbasis di Kanada itu mencapai US$370,5 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$175,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan juga mengalami lonjakan dari US$835,1 juta pada triwulan III/2006 menjadi US$1,67 miliar pada tahun ini.

Jumlah pelanggan di luar kawasan Amerika Utara diprediksi akan terus meningkat. Saat ini sekitar 33% pelanggan berasal dari luar kawasan Amerika Utara. RIM menyatakan selama triwulan III terjadi penambahan 1,65 juta pelanggan Blackberry dan lebih dari 3,9 juta handset telah dikapalkan.


***Kompresi data
Bagi pengguna komunikasi bergerak yang sangat tergantung pada e-mail, pesan instan, serta akses Internet, Blackberry memang menjadi pilihan yang sulit digantikan produk lain.

Keunggulan utama Blackberry adalah teknologi kompresi data yang memungkinkan pengiriman e-mail, pesan, dan konten web dengan sangat hemat bandwidth. Memori penyimpnanan pada handset juga bisa dihemat.

Berdasarkan pengalaman para pengguna, kuota 250 MB seperti yang disediakan operator, bisa digunakan untuk akses ribuan e-mail, untuk chatting berjam-jam sehari, maupun akses Internet selama satu bulan. Hal ini hampir mustahil dilakukan untuk akses dengan perangkat genggam lain, dan apalagi dengan PC.

Kemampuan dalam menampilkan lampiran surat juga mengagumkan. Kalau kita mengakses lampiran berupa gambar (file JPG), pertama-tama perangkat akan men-download dalam resolusi yang rendah. Sehingga, informasi mengenai gambar apa yang diterima sudah dapat dilihat. Jika kita menghendaki resolusi yang lebih tinggi, bisa diminta.

Begitu pun dengan lampiran beripa tabel (file Excel), dapat diakses secara bertahap. Cara semacam ini mempercepat proses pembacaan sekaligus menghemat bandwidth.

Kerja sama dengan Google dan Yahoo memberikan kemudahan penguna untuk mengakses e-mail maupun fasilitas pesan instan Gtalk dan Yahoo Messenger yang disediakan dua raksasa mesin pencari Internet itu.

Sudah barang tentu, ada sejumlah kelemahan pada perangkat buatan vendor Kanada itu, khususnya dalam penyediaan fitur multimedia.

Kualitas kamera, video, layar, serta kemampuan dalam memutar musik digital termasuk pas-pasan dibandingkan handset lain dengan harga yang setara.

Handset dari RIM seolah-olah tidak berdaya jika digunakan tanpa berlangganan akses Blackberry. Tanpa akses khusus, segala keunggulannya seakan-akan hilang begitu saja.

Adopsi 3G terkesan lamban sehingga ada pengguna yang memelesetkan RIM sebagai singkatan dari Reseach In slow-Motion dalam hal penerapan 3G.

Dimuat pada sisipan Tren Digit@l edisi Januari 2008 yang diterbitkan bersama Bisnis Indonesia edisi 14 Januari 2008. (www.bisnis.com dan www.trendigital.com)